Archive | Desember 2012

Playing in the Snow

nature student

The continuing wet snowfall & gray skies have not been immediately conducive to outdoor exploration & inspiration. It has been a challenge to find some incentive to photograph in the weather of the past week. However on a recent outing, I found some creative possibilities with wet flakes sticking thickly on leaves & branches. After a short time playing in the snow, I spent several warm hours indoors playing with Photoshop.

Corkscrew hazel, also called Harry Lauder’s walking stick, is a beautifully contorted & twisted shrub that is best appreciated in the winter, with infinite potential for abstract arrangements. Although I liked the image as composed, I also tried the Paint Daubs filter to enhance the painterly texture.

Any spots of colour, like these cotoneaster berries, were vibrant in the snow. The Stained Glass filter seemed appropriate for a composition with colour as well as suitable for the…

Lihat pos aslinya 73 kata lagi

105

106

107

La Piazza Pesta Tahun Baru ala Spongebob

La Piazza Pesta Tahun Baru ala Spongebob

Ingin menikmati suasana bawah laut tak harus dilakukan dengan menyelam. La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara siap menyuguhkan tontonan bawah laut yang atraktif pada pergantian tahun ini. “Temanya pengalaman beragam nuansa bawah laut yang terangkum dalam Under The Sea Experience at AquaTastic,” kata Cut Meutia, GM Corporate Communications Summarecon, Kamis, 27 Desember 2012.

Berbekal sukses penyelenggaraan pesta pergantian tahun, perusahaan itu menyuguhkan tontonan artistik dan imajinatif bagi pengunjung. “Mereka akan terhibur dalam balutan acara yang meriah,” ujarnya.

AquaTastic, mengambil setting udara terbuka dan menampilkan beragam dekorasi keunikan nuansa bawah laut. Pengunjung akan merasa hidup seperti spongebob. “Kalau selama ini kita melihat laut hanya sebatas pantai, kali ini kita mengajak pengunjung menikmati laut lebih dalam keindahannya,” kata dia.

Dalam helatan nanti, lokasi La Piazza bakal didandani ala dunia bawah laut dengan beragam replika seperti fountain neptune decorations setinggi 10 meter, mermaid humanoid, dan wahana aquarium tunnel projections sepanjang 8 meter.

Dalam pesta itu La Piazza menunjuk Project POP sebagai bintang utama malam pergantian tahun. Mereka bakal menciptakan hiburan menjadi pertunjukan utama dengan dukungan dari Masterpiece Band, Cabaret Show, Flash Mob by Happy Holiday Indonesia, DJ Performance dan fireworks tepat pukul 12 malam. “Pastinya akan membuat malam pergantian tahun di La Piazza menjadi meriah dan penuh kesan,” ujarnya.

GM Marketing Sentra Kelapa Gading Fransisca Najoan menambahkan pertunjukan AquaTastic siap menjadi pengalaman seru dan unik bagi pengunjung. Tidak hanya menghadirkan beragam hiburan musik, dan performance dari artis ternama, acara itu dibalut dekorasi hingga wahana menjadi fantastik.

Selama helatan berlangsung, ia menargetkan pengunjung mencapai 3.500 orang. Fransisca menyatakan bagi pengunjung yang akan menikmati suguhan bawah laut AquaTastic cukup membayar Rp 100.000,- sebagai tiket masuk.  Pemegang MKG Friendship Card mendapatkan previllege dengan menukarkan 5 perangko dan membayar Rp 50.000,- untuk 1 tiket AquaTastic  dan 10 perangko plus Rp 80.000,- untuk dua tiket.

Kain Bermotif dengan Warna Hidup, Tren Busana Muslim 2013

Kain Bermotif dengan Warna Hidup, Tren Busana Muslim 2013

MENJELANG 2013, busana muslim makin mengukuhkan posisinya di jagat fesyen tanah air. Beragam model serta corak ditawarkan berbagai desainer busana muslim. Pada pagelaran peragaan busana muslim karya 19 desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) menampilkan karya-karya mereka yang diprediksi akan menjadi tren di 2013.

Mereka adalah Meeta Fauzan, Ahmad Zaki, Iva Lativah, Toera Imara, Isye Asyifa, Eriyani Jusuf, Betty Achyar, Lisna Deddy Gumelar, Nina Azura, Ani,Errin Ugaru, Fenny Sofiah, Henny Noer, dan beberapa desainer lainnya.

Dari banyak desainer itu, Betty Achyar, Nina Azura, dan Toera Imara menawarkan sebuah desain pakaian muslim yang menonjolkan kain bermotif dengan paduan warna-warni yang hidup. Meski punya benang merah yang sama, ketiganya punya gaya desain yang berbeda satu sama lain. Baik itu pemilihan bahan, cutting, ataupun perpaduannya.

Betty Achyar misalnya. Di penghujung tahun ini, ia mengeluarkan sebuah koleksi yang bertema natural. “Natural di sini artinya mendekati alam. Saya memilih bunga. Selain karena saya menyukai bunga, memang pas saja dengan temanya,” ujar Betty saat ditemui  di Pasteur Hyperpoint,pekan lalu.

Soal potongan, wanita berjilbab itu memilih potongan yang biasa saja. “Saya main di layer dan biasanya pakai three pieces yang bertumpuk. Untuk materialnya paduan katun polos dengan katun bermotif bunga,” ujarnya. Untuk aplikasi pun tidak terlalu banyak macamnya. Minimalis tanpa ornamen bordir ataupun payet.

Tak jauh berbeda dengan desain Betty Achyar, desain karya Nina Azura juga masih bertemakan bunga. “Flower luxury. Bunga-bunganya itu terbuat dari tekstur bahan,” kata Nina.

Inspirasi bunga ini ia dapat dari musim hujan. “Setelah musim hujan kan selalu datang musim semi dimana bunga bermekaran. Jadi lebih fresh,” tambahnya.

Bentuk-bentuk bunga itu kemudian ditabrakan dengan motif kotak dan polkadot dengan berbagai warna. Warna-warna kuat seperti kuning, merah, orange, peach, maroon, dan coklat menjadi pilihan Nina. Sedangkan untuk material yang digunakan, Nina lebih memilih bahan-bahan seperti taveta, sutra organdi, tile, dan katun.

“Sedangkan untuk desainnya, saya lebih suka bermain dengan two piece. Rok A line dan blazer. Simple dan ready to wear,” tambahnya.

Berbeda dengan dua desainer wanita itu, Toera Imara menampilkan desainnya yang bertemakan individual style. Busana-busana yang ditampilkan memang merupakan pakaian sehari-hari namun tetap terlihat fashionable.

“Untuk corak, saya memadukan polkadot dengan motif polos. Untuk desainnya main di pola potong,” ujar Toera. Dengan permainan di pola potong, Toera tidak terlalu banyak main di detail. Toera lebih banyak bermain di potongan dengan gaya romantic girly yang siluetnya melebar.

Sedangkan untuk warna, Toera memilih warna-warna coklat dan salem yang dibuat gradasi untuk koleksinya itu. Material yang digunakannya seputar sifon dan kain knitting yang dingin dan nyaman digunakan. “Karena untuk dipakai sehari-hari, jadi harus bahan yang nyaman,” tambahnya.