Kain Bermotif dengan Warna Hidup, Tren Busana Muslim 2013

Kain Bermotif dengan Warna Hidup, Tren Busana Muslim 2013

MENJELANG 2013, busana muslim makin mengukuhkan posisinya di jagat fesyen tanah air. Beragam model serta corak ditawarkan berbagai desainer busana muslim. Pada pagelaran peragaan busana muslim karya 19 desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) menampilkan karya-karya mereka yang diprediksi akan menjadi tren di 2013.

Mereka adalah Meeta Fauzan, Ahmad Zaki, Iva Lativah, Toera Imara, Isye Asyifa, Eriyani Jusuf, Betty Achyar, Lisna Deddy Gumelar, Nina Azura, Ani,Errin Ugaru, Fenny Sofiah, Henny Noer, dan beberapa desainer lainnya.

Dari banyak desainer itu, Betty Achyar, Nina Azura, dan Toera Imara menawarkan sebuah desain pakaian muslim yang menonjolkan kain bermotif dengan paduan warna-warni yang hidup. Meski punya benang merah yang sama, ketiganya punya gaya desain yang berbeda satu sama lain. Baik itu pemilihan bahan, cutting, ataupun perpaduannya.

Betty Achyar misalnya. Di penghujung tahun ini, ia mengeluarkan sebuah koleksi yang bertema natural. “Natural di sini artinya mendekati alam. Saya memilih bunga. Selain karena saya menyukai bunga, memang pas saja dengan temanya,” ujar Betty saat ditemui  di Pasteur Hyperpoint,pekan lalu.

Soal potongan, wanita berjilbab itu memilih potongan yang biasa saja. “Saya main di layer dan biasanya pakai three pieces yang bertumpuk. Untuk materialnya paduan katun polos dengan katun bermotif bunga,” ujarnya. Untuk aplikasi pun tidak terlalu banyak macamnya. Minimalis tanpa ornamen bordir ataupun payet.

Tak jauh berbeda dengan desain Betty Achyar, desain karya Nina Azura juga masih bertemakan bunga. “Flower luxury. Bunga-bunganya itu terbuat dari tekstur bahan,” kata Nina.

Inspirasi bunga ini ia dapat dari musim hujan. “Setelah musim hujan kan selalu datang musim semi dimana bunga bermekaran. Jadi lebih fresh,” tambahnya.

Bentuk-bentuk bunga itu kemudian ditabrakan dengan motif kotak dan polkadot dengan berbagai warna. Warna-warna kuat seperti kuning, merah, orange, peach, maroon, dan coklat menjadi pilihan Nina. Sedangkan untuk material yang digunakan, Nina lebih memilih bahan-bahan seperti taveta, sutra organdi, tile, dan katun.

“Sedangkan untuk desainnya, saya lebih suka bermain dengan two piece. Rok A line dan blazer. Simple dan ready to wear,” tambahnya.

Berbeda dengan dua desainer wanita itu, Toera Imara menampilkan desainnya yang bertemakan individual style. Busana-busana yang ditampilkan memang merupakan pakaian sehari-hari namun tetap terlihat fashionable.

“Untuk corak, saya memadukan polkadot dengan motif polos. Untuk desainnya main di pola potong,” ujar Toera. Dengan permainan di pola potong, Toera tidak terlalu banyak main di detail. Toera lebih banyak bermain di potongan dengan gaya romantic girly yang siluetnya melebar.

Sedangkan untuk warna, Toera memilih warna-warna coklat dan salem yang dibuat gradasi untuk koleksinya itu. Material yang digunakannya seputar sifon dan kain knitting yang dingin dan nyaman digunakan. “Karena untuk dipakai sehari-hari, jadi harus bahan yang nyaman,” tambahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: